Senin, 29 Juli 2024

Berat Hati Pujangga

 

 Berat Hati Pujangga


Berat hati pujangga, harus bersiap teriris lekuk hatinya

Ketika sang fana dicinta, fatamorgana khan jadi asa

Wahai penghias dunya, jangan tinggalkan sang raga

Meski senandung segera sirna, biarkan sahaya mengaisnya

Walau renjana sering bertaut duka,

Keelokan puspamu menghadirkan jiwa,

Di antara kelam, tercipta lara dan bahagia,

Menarilah bersama, dalam irama senja.

Kenangan yang terpatri, meski tak sempurna,

Hadirkan mimpi, bersama angan yang menyapa,

Menikmati rasa gentar seiring terluka,

Di balik awan mendung, berharap mentari bersinar nyata.

Lukiskan kisah di setiap langkah,

Hingga semesta merangkai kisahmu yang terdengar indah,

Menggapai harapan di balik redupnya sedyakala,

Menjadi saksi perjalanan sang pujangga.

 

 

Medio 2024

Rabu, 23 Juli 2008

Selamat Datang

Selamat Datang

Selamat datang anak cucu setan
Bakarlah seluruh tubuhku.
Hingga kuberjalan tanpa arti
Tak tahu lagi siapa diri ini.
Siapa yang berjalan ini
aku atau mereka.
Aku hanya berkuasa untuk melihat
sedang mereka berkuasa atas jiwa.
17-8-99

Mata HAtiku Kehitam-hitaman

Mata Hatiku Kehitam-hitaman
Mataku tak sanggup melihat
yang diinginkan hati.
Hatiku tak mampu mengekang
kehendak mata.
Di mana mata hatiku,
telah berubahkan menjadi pudar?
kehitam hitaman.

26-7-99

Aksara tanpa dasar

Aksara tanpa dasar
Hanya rangkaian aksara tanpa dasar
Tanpa arah dan tanggung jawab
Pada diri dan suasana

Hanya puisi dan bicara
Tak mampu merubah segala

Pikatan hati bisa bicara melebihi puisi
Pikatan hati bisa puitis melebihi bicara
20-11-99

Belenggu


Belenggu


Otakku terbelenggu angan

Mataku terbelenggu kemolekan
Kupingku terbelenggu nyanyian
Mulutku terbelenggu makanan
Mana bisa kepala kuselamatkan?

Kucoba pindahkan belenggu-belenggu

Otakku kubelenggu makanan
Mataku terbelenggu nyanyian
Kupingku terbelenggu kemolekan
Mulutku terbelenggu angan

Semoga kepala dapat kuselamatkan!

16/02/2000

sosok


SOSOK

Sosok seorang ketakutan dalam kamar gelap.
Mengunci diri dari lingkungan yang hitam menekan.
Tapi sosok harus keluar bernafas dan tertawa.
Sosok semakin takut, saat suara seram mengintip dari semua celah.

Sosok berdo'a-do'a, dan satu keutusan terpaksa

Sosok harus keluar!


Sosok keluar dengan memejamkan mata,
Suara seram menyapa dan merayu.
Sosok tak kuasa karena di luar memang hitam menekan.
Meski agak nikmat, sosok sempat mencicipi?
Sosok kembali berdo'a, dan satu keputusan bulat
Sosok masuk kamar lagi!

3-08-95

Pusaran Air Do'a

PUSARAN AIR DO'A

Saat terpejam hening
Do'aku menjadi pusaran air
Sedang raga seperti boneka plastik
tanpa isi apapun.

Setiap tiupan nafas
Memompa isi tubuh ini.

Seperti pusaran air yang keras
menyapu setiap kotoran kehidupan.
...

2-12-2000